Vrydag 22 Maart 2013

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN “KELOMPOK USAHA SINGGASANA CUCI STEAM”


BAB I PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Mengingat pengalaman yang telah dihadapi oleh Indonesia selama krisis, kiranya tidak berlebihan apabila pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM, terlebih lagi unit usaha ini seringkali terabaikan hanya karena hasil produksinya dalam skala kecil dan belum mampu bersaing dengan unit usaha lainnya.  
Di kota Banjar sendiri yang jika di lihat dari letak geografis, yang merupakan perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi masyarakatnya dalam membentuk suatu kewirausahaan UKM.  Dan Banjar sebagai Kota Pendidikan sekaligus Kota Agrobisnis sangat menunjang untuk melakukan kegiatan usaha ini. Bila dalam hal ini bisa memanfaatkan peluang, maka sangat terbuka lebar berbagai bidang usaha yang bisa dilakukan. Salah satu bidang usaha yang cukup menjanjikan yaitu jasa pencucian kendaraan bermotor (cuci steam)  dan ganti oli motor. Seperti apa yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Masyarakat “Singgasana” yang merupakan kelompok masyarakat yang menyelenggarakan usaha tempat ganti oli motor dan cuci kendaraan yang cukup sukses dan berkembang dalam bidang usahanya itu. Maka dari itu kami meneliti kegiatan kelompok usaha masyarakat “Singgasana” atas kesuksesan yang di capainya.

1.2    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses awal pendirian kelompok usaha masyarakat “Singgasana” yang bergerak dalam bidang jasa cuci steam?
2.      Berapakah pendapatan yang didapat dari usaha cuci steam dari kelompok usaha masyarakat “Singgasana”?
3.      Bagaimana usaha peningkatan jasa cuci steam “Singgasana” dalam mengembangkan usahanya ?

1.3    Tujuan
1.      Untuk mengetahui proses awal pendirian kelompok usaha masyarakat “Singgasana” yang bergerak dalam bidang jasa cuci steam dan ganti oli.
2.      Untuk mengetahui pendapatan yang didapat dari usaha cuci steam dan  ganti oli dari kelompok usaha masyarakat “Singgasana”.
3.      Untuk mengetahui usaha peningkatan jasa cuci steam “Singgasana” dalam mengembangkan usahanya.

1.4     Manfaat
1.         Sebagai sumber informasi dan pengetahuan atas kesuksesan yang di capai kelompok usaha masyarakat “Singgasana”.
2.         Sebagai motivasi dan inspirasi dalam membuka lapangan usaha yang menjanjikan.
3.         Sebagai suatu pengalaman yang bisa diambil hikmahnya dan diterapkan dalam bidang usaha yang lain.

1.5     Metode
                  Adapun metode yang dilakukan selain terjun langsung dan meneliti kegiatan usaha “Singgasana” juga dengan mengumpulkan buku-buku sumber yang berkaitan dengan “Kewirausahaan” , kemudian mencari informasi dari media cetak maupun media elektronik, semisal koran, televisi, internet dll.

BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Kewirausahaan
Istilah kewirausahaan berasal dari kata wirausaha. Kata wirausaha merupakan gabungan dua kata yang menjadi satu yaitu kata wira dan usaha. Wira artinya pahlawan, laki-laki, sifat jantan, perwira. Usaha artinya kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud. Usaha juga berarti pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu. Usaha dibidang perdagangan (dengan maksud mencari keuntungan) berarti perdagangan, perusahaan. Dalam bahasa Inggris istilah wirausaha dikenal dengan istilah entrepreneur (lihat Kamus Dagang, Savary – 1723).
Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan meruapakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersaahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegaitan usahanya atau kiprahnya. Seorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya. Istilah kewirausahaan, kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda. Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : “ An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resourses to capitalize on those opportunuties”. Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994). 2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959). 3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996). 4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997). 5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih. 6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Berdasarkan keenam konsep diatas, secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko. Dari segi karakteristik perilaku, Wirausaha (entepreneur) adalah mereka yang mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri. Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya. Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal, bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha. Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi peluang, Berdasarkan hal tersebut maka definisi kewirausahaan adalah “tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif.” (Pekerti, 1997)
b-1.jpg
Sejalan dengan pendapat di atas, Salim Siagian (1999) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat; dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.”Pada mulanya enterpreneur atau wirausaha diartikan sebagai orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual. Disamping itu, ada pula yang mengartikan wirausaha sebagai berikut :
 sebagai orang yang berani menanggung resiko
 sebagai orang yang memobilisasi dan mengalokasikan modal
 sebagai orang yang menciptakan barang baru.
 sebagai orang yang mengurus perusahaan.
Dalam perkembangannya istilah entrepreneur atau wirausaha didefinisikan sebagai orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat guna memastikan sukses.
2.2 Definisi UKM di Indonesia
Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha Kecil Menengah (UKM), diantaranya adalah Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), Badan Pusat Statistik (BPS), Keputusan Menteri Keuangan No 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994, dan UU No. 20 Tahun 2008. Definisi UKM yang disampaikan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Menurut Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), bahwa yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK), termasuk Usaha Mikro (UMI), adalah entitas usaha yang mempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000. Sementara itu, Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp 200.000.000 s.d. Rp 10.000.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UKM berdasarkan kunatitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 s.d 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20 s.d. 99 orang. Berdasarkan Keputuasan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994, usaha kecil didefinisikan sebagai perorangan atau badan usaha yang telah melakukan kegiatan/usaha yang mempunyai penjualan/omset per tahun setinggi-tingginya Rp 600.000.000 atau aset/aktiva setinggi-tingginya Rp 600.000.000 (di luar tanah dan bangunan yang ditempati) terdiri dari : (1) bidang usaha (Fa, CV, PT, dan koperasi) dan (2) perorangan (pengrajin/industri rumah tangga, petani, peternak, nelayan, perambah hutan, penambang, pedagang barang dan jasa)
2.3 Peluang usaha  cuci steam dan ganti oli kendaraan bermotor
Pengguna sepeda motor di indonesia semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun. Hal ini bisa di sebabkan oleh beberapa faktor seperti meningkatnya daya beli masyarakat. Faktor lainnya adalah pertimbangan ekonomi, dengan menggunakan sepeda motor bisa lebih menghemat biaya apabila dibandingkan memakai kendaraan umum, dan yang tidak kalah pentingnya bagi sebagian masyarakat di kota-kota besar yang sering mengalami kemacetan dapat diatasi dengan menggunakan sepeda motor. Semakin pesatnya pengguna sepeda motor tersebut tentunya membuka peluang usaha bagi yang jeli melihatnya diantaranya adalah usaha cuci motorPeluang bisnis cuci motor ini hanya membutuhkan modal sedikit dan pengelolaan yang tidak rumit.
Pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan :
1. Standar kebersihan motor dan cara membersihkannya.
2. Mesin kendaraan bermotor (jangan sampai karena ketidaktahuan,mesin motor malah rusak karena terkena air).
3. Pembukuan sederhana, menyangkut pencatatan modal awal, operasional bulanan, dan pendapatan.
4. Akses untuk mendapatkan tenaga yang bisa membantu membersihkan motor.
Modal yang diperlukan :
1. Tempat dengan luas minimal 12 meter persegi untuk 2-3 motor.
2. Dana sekitar Rp.5.000.000,-.Modal diperlukan untuk membeli pompa air, kompresor, dan peralatan cuci, seperti sabun, sampo motor, sikat, kain lap (kanebo), dan pengkilap cat motor. Modal ini termasuk untuk perbaikan tempat sesuai dengan kebutuhan, seperti kran dan saluran air.
3. Tenaga kerja, 2-3 orang, untuk mencuci motor salah satu merangkap sebagai tenaga kerja administrasi).
Jika makin banyak pengguna jasa yang datang, jumlah tenaga kerja bisa ditambah.
Kiat menjalankan usaha :
1. Cari lokasi usaha yang banyak kendaraan bermotor. Pertimbangkan persaingan dan lingkungan yang banyak penduduk.
2. Mencari dan melatih tenaga kerja tentang cara dan standar kebersihan dalam mencuci sepeda motor sampai menyemir ban. Pilih pekerja yang mau bekerja keras dan tidak malas.
Gaji mereka berdasarkan jumlah motor yang dicuci. Ini dapat merangsang mereka agar giat bekerja dan mengurangi resiko jika jumlah konsumen sedikit.
3. Latih tenaga kerja tersebut cara melayani dan berhubungan dengan konsumen.
4. Tentukan harga cuci sepeda motor. Biasanya harga berkisar Rp. 4.500,- – Rp. 6.000,-. Penentuan harga tergantung dari potensi pengguna jasa dan pelayanan yang Anda tawarkan. Misalnya, menambah dengan menyemir ban.
5. Administrasi yang rapi, yaitu mencatat setiap pengeluaran (listrik, air, gaji pegawai, iuran warga) dan pemasukan. Berikan kwitansi pada setiap konsumen yang mencuci motornya di tempat Anda. Sebagai tambahan pelayanan konsumen, sediakanlah bahan bacaan berupa koran atau majalah agar konsumen tidak jenuh pada saat menunggu motornya dicuci.
Tips dalam memilih peralatan usaha:
  • Mudah dalam perawatannya (tidak memerlukan teknisi yang berpengalaman, anda sendiri harus bisa melakukan perawatan dan perbaikan jika mengalami kerusakan).
  • Jaminan ketersediaan untuk sparepart mesin.
  • Jangan tergiur oleh murahnya harga suatu produk. Dalam semua aspek, pada dasarnya uang itu tidaklah berbohong, yang berbohong adalah si PENJUALNYA. Jadi berhati-hatilah.
Tips dalam memilih Hidrolik Motor atau Hidrolik Mobil:
  • Pastikan bahwa casing daripada tabung hidrolik itu terbuat dari bahan besi seamless dengan ketebalan minimal 6 mm. Jika ternyata besi yang dipergunakan tidak menggunakan type besi jenis seamless maka resiko casing atau tabung hidrolik tersebut retak atau pecah sangatlah tinggi. Apa yang terjadi bila ternyata casing atau tabung tersebut pecah? Yang terjadi adalah hidrolik anda tidak akan bisa dipergunakan untuk mengangkat kendaraan (motor/mobil). Dan oli yang terdapat di dalam casing atau tabung hidrolik tersebut akan jauh berkurang. Bagaimana cara perbaikannya? Tabung atau casing hidrolik tersebut harus diangkat dari lubangnya. Proses pengangkatan ini, jauh lebih sulit dibandingkan dengan proses penanaman. Dan biayanya pun bisa dua kali lipat dari biaya pemasangan. Nah oleh sebab itu, janganlah anda bermain-main dengan hidrolik motor atau hidrolik mobil yang harganya sangat murah. Biar bagaimanapun juga, pedagang atau penjual mana yang tidak ingin memperoleh untung. Biasanya mereka akan berusaha menurunkan harga jual tapi dengan syarat quality daripada produk yang mereka jual akan jauh berkurang. Maka berhati-hatilah. Bukan untung yang anda dapat malah rugi yang akan anda derita.
  • Pastikan piston yang berada di dalam tabung hidrolik tersebut tidak mengalami kecacatan fisik. Jika ini yang terjadi, maka sudah dapat dipastikan akan ada kebocoran oli dari sela-sela seal hidrolik.
  • Pada saat pemasangan hidrolik motor ataupun hidrolik mobil, pastikan lokasi usaha anda belum di renovasi. Paling tidak, bagian lantai daripada lokasi anda yang akan dipasangi hidrolik.
  • Penjempit roda sepeda motor yang terletak diatas meja atau table hidrolik motor tidaklah berfungsi sebagai mana mestinya. Maksud adanya penjempit ini adalah agar sepeda motor yang diletakkan diatas meja hidrolik motor tersebut tidak jatuh. Jatuhnya sepeda motor dari atas meja hidrolik motor semata-mata disebabkan karena standart dua dari sepeda motor tersebut sudah tidak layak pakai lagi. Atau si pemilik sepeda motor tadi sudah merenovasi bagian belakang sepeda motor (Shock Breaker belakang ditinggikan, Ban belakang dibesarkan). Pada hakekatnya bila ingin merenovasi bagian belakang sepeda motor, hendaklah standart dua nya ditambahi besi lagi. Sehingga pada saat sepeda motornya di standart dua, ban belakang tetaplah menggantung.
Tips pemasangan Hidrolik Motor atau Hidrolik Mobil:
  • Pastikan lubang sudah digali dengan kedalaman sesuai dengan standart yang diberikan.
  • Pastikan anda menggunakan besi galvanis dalam pemasangan instalasi pipa angin untuk hidrolik motor atau hidrolik mobil.
  • Pastikan pekerjaan pemasangan instalasinya dikerjakan oleh teknisi yang memang sudah ahli dalam pemasangan ini.
  • Pastikan ketelitian dalam pemasangan hidrolik motor atau hidrolik mobil. Karena bila hidrolik tersebut telah tertanam di dalam tanah, dan kemudian didapati adanya kebocoran pada instalasi pipa bawah tanah, maka besar kemungkinan hidrolik tersebut harus diangkat kembali dari bawah tanah. Proses ini akan memakan waktu yang lebih lama lagi dibandingkan dengan proses penanamannya.
  • Anda pastinya berharap bahwa pemasangan instalasi pipa untuk hidrolik motor atau hidrolik mobil anda terpasang rapi dan teliti. Akan tetapi anda harus berhati-hati. Banyak teknisi yang membandrol jasa pemasangan instalasi hidrolik ini dengan harga yang sangat murah. Jika demikian, janganlah anda terlalu banyak berharap kalau nantinya anda akan puas dengan pekerjaan mereka. Cenderung pekerjaan mereka lebih bersifat asal-asalan atau asal jadi. Karena mereka dibayar hanya seadanya saja. Jika anda memang mengharapkan hasil pemasangannya itu rapi dan teliti, janganlah anda terlalu mencekik budget untuk pemasangan. Biar bagaimanapun juga yang akan dirugikan atau diuntungkan adalah anda sendiri bukan orang lain.
Tips perawatan Hidrolik Motor atau Hidrolik Mobil:
  • Pastikan tidak ada pasir halus atau kotoran yang melekat pada piston pada saat piston dari hidrolik tersebut dikembalikan ke bawah tanah.
  • Hendaknya bersihkan terlebih dahulu pistonnya dengan alat semprot air atau yang lebih dikenal dengan mesin steam yang anda pergunakan. Setelah bersih barulah pistonnya diturunkan.
  • Jadwalkan pemeriksaan oli di dalam tabung hidrolik anda sebulan sekali. Jangan sampai oli di dalam dalam tabung hidrolik anda kurang. Hal ini akan mengakibatkan naik turunnya piston hidrolik anda tidak stabil, kadang pelan, kadang cepat. Hal ini sangat berbahaya.
  • Oli yang berada di dalam tabung tidak perlu dikuras atau diganti olinya pada kurun waktu tertentu. Yang ada adalah hanya menambah saja. Walaupun tidak ada kebocoran tapi oli yang ada di dalam tabung pasti akan berkurang.
Tips dalam memilih shampoo:
  • Pergunakanlah shampoo yang ramah lingkungan (PH = 7).
  • Usahakan menggunakan shampoo yang berkualitas, jangan shampoo yang asal jadi. Shampoo jenis ini banyak sekali beredar dipasaran. Jika anda menggunakan shampoo seperti ini, sudah pasti konsumen anda yang dirugikan, dan hal ini akan berimbas pada kemajuan usaha anda.
  • Pergunakan shampoo yang sudah dilengkapi dengan WAX.
  • Pastikan shampoo yang anda gunakan tidak merusak CAT KENDARAAN. Shampoo jenis ini biasanya dijual dengan harga yang sangat murah. Sekali lagi HARGA TIDAKLAH BERBOHONG.
Tips dalam memilih semir ban:
  • Lakukan ujicoba semir ban yang anda beli pada ban kendaraan anda terlebih dahulu.
  • Pastikan kalau semir ban tersebut memang benar-benar mampu melindungi ban kendaraan dari kotoran yang melekat di ban kendaraan.
Tips dalam memilih toko yang menjual peralatan usaha (online maupun off line):
  • Pastikan bahwa toko tersebut memiliki teknisi yang nantinya dapat membantu anda bila anda mengalami kesulitan dengan produk yang anda beli.
  • Pastikan bahwa teknisi tersebut memang benar-benar mengetahui akan seluk beluk daripada mesin yang anda beli.
  • Jangan tergiur dengan janji manis pemilik toko atau karyawan toko tersebut. Biasanya mereka memberikan GARANSI yang terlalu berlebihan. Pada dasarnya GARANSI ini berlaku dengan banyaknya ketentuan.
  • Pastikan bahwa toko tersebut memang benar-benar mengerti akan bisnis usaha cuci motor. Jangan tergiur dengan analisa usaha yang terlalu berlebihan. Karena pada dasarnya memulai suatu usaha itu tidaklah mudah. Banyak pengorbanan yang harus anda lakukan.
Tips dalam memulai usaha jasa cuci motor:
  • Pastikan lokasi anda cukup strategis. Jangan memilih jalur/jalan alternative. Cobalah untuk memilih lokasi dekat dengan pemukiman penduduk.
  • Pastikan anda menggunakan air tanah yang tidak mengandung garam. Karena air yang mengandung garam dapat merusak besi-besi pada kendaraan yang anda cuci.
  • Pastikan anda tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat merusak cat kendaraan.
  • Pastikan ketersediaan listrik dan air yang mencukupi. Jika tidak tersedia listrik dari PLN anda bisa menggunakan engine bensin sebagai penggerak semua peralatan usaha cuci motor anda. Jangan menggunakan GENSET pembangkit listrik sebagai sumber utama pasoka listrik anda. Karena hal ini bisa membebani biaya operasional usaha anda.
  • Perlakukan karyawan anda sebagai ASSET usaha anda. Karena tanpa adanya karyawan, usaha anda sudah dipastikan akan berakhir.
  • Pastikan anda memperhatikan unsur 3P (Product, Price dan Promotion).
  • Perlakukan konsumen anda sebagai raja. Ajarkan dan contohkan kepada karyawan anda untuk senantiasa sopan dan murah senyum terhadap konsumen anda.
  • Pastikan mengerti tentang seluk beluk semua peralatan yang anda pergunakan. Jangan bergantung pada service center produk yang anda pergunakan. Usahakan anda dapat melakukan perbaikan tanpa bantuan dari Teknisi.
  • Jangan membuat analisa usaha yang terlalu berlebihan. Contohnya, anda membuat ROI atau BEP yang terlalu cepat. Karena pada hakekatnya, memulai sebuah usaha adalah perjuangan yang tiada hentinya.
  • Cobalah membuka usaha lain yang berdampingan dengan usaha cuci motor milik anda. Contohnya: membuka warung atau kedai minuman, membuka usaha ganti oli, membuka warnet atau game online.
  • Berikan kenyamanan kepada konsumen pada ruang tunggu.

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3.1     Awal Pendirian Usaha
Usaha cuci steam “Singgasana” terletak di lingkungan Banjarkolot RT.01/RW.15 Kota Banjar, yang didirikan oleh Bapak. Evan Fardiansyah pada tahun 2008. “Mengingat letak geografis Kota Banjar yang cukup strategis sebagai jalur perbatasan lalu lintas antara provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah maupun sebagai jalur perbatasan Kota Banjar  dengan Kabupaten Ciamis. Cuci steam dinilai sangat tepat untuk sebuah pemilihan usaha yang cukup menjanjikan” menurut beliau ujarnya. Pada permulaan pembentukan usaha ini “Singgasana Cuci Steam” hanya memiliki 2 orang Karyawan dan hanya bergerak dalam pencucian sepeda motor saja. Akan tetapi setelah mengalami kemajuan dalam usahanya, maka beliau berusaha untuk memperluas bidang  usahanya yakni cuci steam tidak  hanya terbatas pada pencucian sepeda motor saja menjadi motor dan mobil, kemudian juga bergerak dalam penggantian oli mesin kendaraan bermotor. Sayangnya untuk merealisasikan keinginannya ini beliau terbentur oleh masalah permodalan. Maka dari itu pada awal tahun 2011 beliau memohon bantuan untuk peningkatan modal usaha Cuci steamnya ini pada Bapak Gubernur Jawa Barat dan merubah namanya menjadi “Kelompok Usaha Masyarakat Singgasana Cuci Steam” dengan membentuk suatu kepengurusan baru dengan Bapak. Evan masih sebagai pemilik dan sekaligus ketuanya. Akan tetapi dana bantuan itu baru turun pada akhir tahun 2011 sebesar Rp. 10.000.000,00 sehingga untuk realisasi peningkatan usaha, baru pada proses renovasi bangunan dan pengadaan alat-alatnya. Belum pada kegiatan produksi jasanya.  

3.2     Permodalan dan Estimasi keuntungan
Adapun banyaknya modal awal yang  harus di keluarkan dalam pembentukan usaha cuci steam “Singgasana” ini, yakni sebagai berikut:
Perlengkapan usaha jasa cuci/steam sepeda motor antara lain:
2 unit mesin Jet cleaner 80-110 bar: Rp. 5.000.000,00
1 unit snow wash machine (mesin salju) + slang Rp. 1.500.000,00
2 unit single post lift motor: Rp. 1.000.000,00
1 unit kompressor angin 1 PK: Rp. 1.250.000,00
2 pail clear snow shampoo: Rp. 800.000,00
1 pail Ice cream clearsnow shampoo Rp. 500.000,00
10 ltr poles ban Rp. 500.000,00
2 buah Lap Microfiber Rp. 500.000,00
2 buah lap chamois Rp. 500.000,00
2 pasang sepatu boot Rp. 400.000,00
2 pasang sarung tangan kerja: Rp. 300.000,00
10 meter slang angin+kopler+Air Duster: Rp. 500.000,00
Pembuatan lahan: kayu, asbes, semen, paving block, paku dll Rp. 2.450.000,00
Ember, spon, lap, sikat: Rp. 300.000,00
Lain-lain: Rp. 500.000,00
Total: Rp. 16.000.000,00
Pengeluaran bulanan:
Listrik: Rp. 1.000.000,00
Telepon: Rp. 250.000,0
Gaji Karyawan 2 Orang: Rp. 1.500.000,00
Lain-lain: Rp. 250.000,00
Jumlah Total: 3.000.000,00
Pemasukan:
30 Motor x Rp. 6.000,00 x 30 Hari = Rp. 5.400.000,00
Keuntungan Bulanan:
Pemasukan (Rp.5.400.000,00) - Pengeluaran (Rp. 3.000.000,00) = Rp. 2.400.000,00
Balik modal :
Modal Awal (Rp.16.000.000,00) : Keuntungan Bulanan (Rp. 2.400.000,00) = 7 Bulan.

3.3     Peningkatan Kegiatan Usaha yang dilakukan
Untuk peningkatan kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Masyarakat “Singgasana”  pada waktu sekarang ini sedang dalam proses realisasi. Dimana dengan adanya suntikan dana dari Provinsi dan kurangnya ditambah dari modal sendiri. Yang totalnya sebesar Rp.31.450.000,00 yang akan meningkatkan kegiatan usaha “Singgasana Cuci Steam”  selain bergerak dalam cuci steam juga akan bergerak dalam bidang perbengkelan . Berikut rincian rencana penggunaan biaya dari “Singgasana Cuci Steam:


BAB IV PENUTUP
4.1  Kesimpulan
Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Kebijakan pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM. Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya. Pengembangan terhadap sektor swasta merupakan suatu hal yang tidak diragukan lagi perlu untuk dilakukan. UKM memiliki peran penting dalam pengembangan usaha di Indonesia. UKM juga merupakan cikal bakal dari tumbuhnya usaha besar. “Hampir semua usaha besar berawal dari UKM. Usaha kecil menengah (UKM) harus terus ditingkatkan (up grade) dan aktif agar dapat maju dan bersaing dengan perusahaan besar.
Salah satu UKM yang sedang di gembar-gemborkan pemerintah adalah Kelompok Usaha Masyarakat yang sedang mendapat perhatian dan bantuan  dari Pemerintah Provinsi, khususnya di Jawa Barat. Seperti Kelompok Usaha Masyarakat “Singgasana” yang kami teliti. Kelompok Usaha Masyarakat “Singgasana” merupakan kelompok usaha masyarakat yang bergerak dalam bidang  jasa pencucian kendaraan bermotor (Cuci Steam) yang ada di lingkungan Banjarkolot RT01/RW15 Kec. Banjar Kota Banjar. Kisah suksesnya yang berusaha dalam mengembangkan usahanya patut menjadi contoh para usahawan  lain.
4.2  Kritik dan Saran
Mungkin dalam pembuatan makalah yang kami buat banyak kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis bersedia menerima saran maupun kritik demi perbaikan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://infoukm.wordpress.com/2008/08/
http://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah
http://www.danabergulir.com/layanan/skim-pinjaman-pembiayaan/pembiayaan-kepada-koperasi-dan-usaha-kecil-dan-menengah-kukm-melalui-perusahaan-modal-ventura-pmvSutjipta, Nyoman, 2001, “Manajemen Sumber Daya Manusia” Diktat: Univeritas Udayana, Denpasar.
Sumidjo, Wahyo, 1984,”Kepemimpinan dan Motivasi”, Ghalia Indonesia, Jakarta. http://artikelrande.blogspot.com/2010/07/manajemen-kewirausahaan.html
Thoha, Miftah, 1994,”Kepemimpinan Dalam Manajemen”, CV. Rajawali, Jakarta. Yukl, Gary, 1996, “Kepemimpinan Dalam kewirausahaan”, Prerhallindo, Jakarta.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking